Dompet Dhuafa Kuatkan Ekosistem Pemberdayaan Dhuafa Jelang 25 tahun Kedua

Pemateri

Sudahkah kita berzakat? Jika belum, ayo mulailah dari sekarang, sebab berzakat tidak mengurangi harta yang kita punya.

     30 Januari 2018 saya menghadiri acara Dompet Dhuafa, dimana acara tersebut  berisi informasi mengenai Dompet Dhuafa. Acara ini dihadiri oleh beberapa tim media. Ada beberapa hal pokok penting yang disampaikan dalam acara dan tentu saja dengan beberapa orang pemateri yang sudah lama berkecimpung di Dompet Dhuafa.




     Menurut Kementrian Kesehatan bahwa terdapat 29 orang juta orang miskin. Dari total 176,74 juta peserta BPJS kesehatan, sebanyak 92 juta (52 persen) merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI), dan Indonesia menjadi Negara dengan tingkat kesenjangan paling tinggi urutan ke – 4 di Dunia. Meskipun kekayaan per orang meningkat sebanyak 6 kali lipat selama periode 2000 – 2016, akan tetapi menurut standart Internasional kekayaan rata-rata orang di Indonesia masih rendah. Tercatat total harta empat orang terkaya di Indonesia sebanyak 25 Milliyar Dollar AS, setara dengan gabungan kekayaan 100 juta orang termiskin (Oxfam International).


Tentang Dompet Dhuafa
     Dompet dhuafa merupakan organisasi nirlaba milik masyarakat global yang berusaha untuk pemberdayaan sosial global. Didirikan di Indonesia pada bulan Juli 1993, dan saat ini telah memiliki cabang di seluruh dunia, diantaranya China (Hong Kong), Jepang, Amerika Serikat, Australia, dan perwakilan di Mesir dan Korea (Selatan). Kini Dompet Dhuafa telah memperluas jaringannya di 21 Provinsi di Indonesia dan kantor perwakilan di 5 Negara seperti Hong Kong, Australia, Jepang, Amerika dan Korea Selatan, dimana semua kegiatan dilakukan dengan dukungan 60.000 donor setia yang secara ekonomi mapan, professional serta berpendidikan.

     Selama tahun 2017, Dompet Dhuafa telah berkiprah berkontribusi dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan di dalam dan luar negeri, bekerjasama dengan berbagai multistakeholder, baik pemerintah dan NGO Nasional serta Internasional.


Pemateri
     Pada kesempatan pertama,  Pak Ismail A Said selaku ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika menyampaikan tentang “25 tahun Dompet Dhuafa Membentang Kebaikan, Karya untuk Indonesia”. Dompet Dhuafa telah memasuki usia 25  tahun, mencoba berkolaborasi dengan membawa budaya masyarakat Indonesia untuk terus bersama memajukan bangsa. Saat ini Dompet Dhuafa telah memiliki 17 cabang dan perwakilan dalam negeri, 5 cabang berada di luar negeri, 9 kantor layanan, 138 program, 18 gerai sehat layanan kesehatan Cuma-Cuma, 5 rumah sakit, 4 sekolah, 7 outlet Dayamart, 1 De fresh, 11 Unit bisnis, sebagian besar pertumbuhan merupakan hasil pendekatan Dompet Dhuafa terhadap khasanah budaya lokal.

     Selanjutnya, materi dilanjutkan oleh Drg. Imam Rulyawan selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi, menyampaikan “Pemaparan Kinerja Dompet Dhuafa Social Enterprise 2017”. Dalam materinya, Drg. Imam Rulyawan MARS menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa selama perjalanan 25 tahun ini, semakin menguatkan potensi lokal dengan menjalankan konsep Social Enterprise seperti program Green Horti dan Kebun  Indonesia Berdaya.

     Jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa dari tahun 1993 hingga tahun 2017 ada sebanyak 16,80 juta jiwa dan layanan, sementara jumlah penerima manfaat Dompet Dhuafa di tahun 2017 sebanyak 1,76 juta jiwa dan layanan, sinergi antara Dompet Dhuafa Filantropi dengan Dompet Dhuafa Social Enterprise terus melebarkan sayap dengan berbagai program untuk bahu membahu membangun program yang keberlanjutan. Sementara jumlah penerima manfaat yang berada di luar negara yakni sebanyak 82.882 jiwa dan layanan.

     Setelah materi dari Drg. Imam Rulyawan usai disampaikan, next Pak Iwan Ridwan selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Social Enterprise menyampaikan “Dompet Dhuafa Social Enterprise melakukan pengembangan dan penguatan usaha-usaha dengan berbasis Social Enterprise yang professional menuju kemandirian usaha dan menciptakan nilai-nilai social dalam rangka meningkatkan pemerataan sosial, menciptakan lapangan pekerjaan dan menigkatkan kesejahteraan masyarakat”.

     Pada bidang retail bisnis, dimana melalui unit usaha Dompet Dhuafa Niaga selama tahun 2017 telah dikembangkan unit usaha Daya Mart yaitu model bisnis retail berbasis pemberdayaan dengan konsep 100 persen kepemilikan yang diarahkan untuk kaum Dhuafa. Sebagai piloting Daya Mart dikembangkan di daerah Sumatera Barat dan selama tahun 2017 sudah dibuka sebanyak enam gerai dengan manajemen dari Dompet Dhuafa Niaga.  Daya Mart juga dapat menampung produk Usaha Masyarakat Kecil dan Menengah (UMKM) lokal. Strategi yang dikembangkan Daya Mart diantaranya memperkuat permodalan dan membangun jaringan distribusi dengan warung/ kios di sekitar Daya Mart.

     Pada bidang Kesehatan DDSE selama tahun 2017 mengembangkan social hospital network yakni rumah sakit berbasis wakaf untuk melayani kaum dhuafa, yakni: 
1. Rumah Sakit Rumah Sehat Terpadu.
2. Rumah Sakit Aka Medika Sri Bawono Lampung Timur.
3. Rumah Sakit Ibu dan Anak Sayidah Jakarta Timur.
4. Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi Serang, dan
5. Rumah Sakit Lancang Kuning Riau

     Hingga tahun 2017 Dompet Dhuafa telah memiliki relawan mencapai 8.481 orang yang tersebar di seluruh Indonesia, jumlah ini meningkat pada kurun waktu 4 tahun terakhir sebesar 21,5 persen. Sementara di tahun 2017 Dompet Dhuafa telah menghimpun sebanyak 340,78 Miliyar dengan penyaluran dana  sebanyak 274,82 Miliyar.


Pemenang Lomba Twit dan Posting IG

     Nah, buat teman-teman yang ingin tahu lebih lanjut mengenai informasi Dompet Dhuafa serta ingin menyalurkan bantuan melalui Dompet Dhuafa, dapat menghubungi kontak berikut:
Website: www.dompetdhuafa.com
IG: @dompet_dhuafa
FB: dompet dhuafa


Comments

  1. Bangga betul punya lembaga seperti dompet dhuafa begini ya ka. Apalagi peduli dengan kesejahteraan masyarakat

    ReplyDelete
  2. Bener zakat itu penting. Karna itu jg cara kita bersyukur sm nikmat yg kita dapat 😊

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Honor 10 Lite Smartpone Idaman

Tips Cara Merawat Baju Koko Modern