Sunday, March 25, 2018

Kenali Gejala TBC dan Segera Obati.

Pic. Kemenkes RI

Adakah diantara Anda ataupun keluarga, yang mengalami TBC..? Jika ada, segeralah dibawa berobat!



Perlu diketahui bersama, jika TBC atau Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium tuberculosis). Dan,  faktanya sebagian besar kuman TBC ini menyerang paru juga organ atau bagian tubuh lainnya seperti: tulang, kelenjar, kulit, dan lainnya.



TB dapat menyerang siapa saja, terutama usia produktif/ masih aktif bekerja (15-50 tahun) bahkan anak-anak.  Dan yang paling mengejutkan jika ternyata TB ini dapat menyebabkan kematian apabila tidak segera diobati.


Tentang Bakteri TB


Bakteri (kuman) TB ditularkan melalui udara apabila seorang pasien TB aktif batuk, tertawa, bersin ataupun menyanyi. Bakteri TB dapat bertahan di tempat tertutup yang gelap dan lembab, kuman bisa beberapa jam hingga 5 bulan.


Bakteri TB akan mati dalam beberapa jam bila di udara terbuka, apalagi bila terkena sinar ultraviolet matahari.

Gejala-gejala TBC


Perlu diketahui gejala-gejala TBC agar dapat segera diobati, sebab apabila dibiarkan akan berdampak negatif. Berikut beberapa gejala TBC:

1. Gejala utama yakni batuk (berdahak maupun tidak berdahak). 
2. Demam meriang.
3. Nyeri pada bagian dada.
4. Batuk berdahak dan dapat pula bercampur darah.
5. Nafsu makan menurun.
6. Berkeringat tanpa sebab.


Setelah kita mengenali gejala TBC, maka segeralah dibawa ke dokter untuk segera diobati. Mengapa? Sebab TBC yang disebabkan oleh kuman TB ini dapat menyebabkan kematian apabila tidak diobati segera. Pengobatan TBC sensitif obat dilakukan selama 6-8 bulan, yang terbagi ke dalam dua tahap, yakni:

1. Tahap awal (setiap hari 2-3 bulan).
2. Tahap lanjutan (3 kali seminggu selama 4-5 bulan).


Perlu untuk diketahui, jika pengobatan tidak tuntas dapat menyebabkan Resistensi, diantaranya:

a. Penyakit tidak sembuh dan tetap menularkan ke orang lain.
b. Penyakit bertambah parah dan bisa berakibat kematian.
c. Obat Anti TBC (OAT) biasa tidak dapat membunuh kuman, sehingga pasien tidak bisa disembuhkan.
d. Pengobatan lebih lama sekitar 2 tahun.
e. Biaya pengobatan mencapai 200 kali lipat.


Untuk itulah, dihimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih memperhatikan diri dan orang-orang di sekitar kita.




Ada beberapa hal yang dapat dilakukan dalam mencegah penularan TBC, diantaranya:

1. Jika seorang pasien TBC, maka minumlah OAT secara lengkap dan teratur hingga sembuh.
2. Menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti: Menjemur alat tidur, makan makanan bergizi, olahraga teratur, tidak merokok dan masih banyak lagi.
3. Pasien TB hatuslah menutup mulut pada waktu bersin dan batuk.
4. Tidak membuang dahak di sembarang tempat.


Dan untuk itulah kita hendaknya menjaga etiket batuk, yakni: Gunakan masker, tutup hidung/ mulut dengan lengan, tutup hidung dan mulut dengan tisu ataupun saputangan, segera buang tisu yang sudah dipakai.

Kisah Inspiratif Mantan TBC
Ia bernama Edi Junaidi, seorang mantan Tuberkulosis. Ia dijauhi oleh orang-orang sekitarnya bahkan keluarga sendiri 😥, sehingga ia pun akhirnya frustasi. Sebab, merasa tak ada yang peduli terhadapnya. Padahal, seseorang yang sedang sakit sebetulnya butuh perhatian dan dukungan agar bisa sembuh. Berbagai tekanan ia dapat karena Tuberkulosis itu, namun karena keinginan kuatnya yang ingin sembuh akhirnya Pak Edi Junaidi berusaha untuk berobat. Syukurlah ada yang mau membantunya dalam mengobati penyakitnya itu. 

Ia sempat mengira jika Tuberkulosis tidak dapat disembuhkan, namun ternyata ia bisa sembuh setelah melalui tahap per tahap pengobatan. 



Dari kisah Pak Edi Junaidi dapat kita petik hikmahnya jika dan buat keluarga yang ternyata salah satu anggota keluarganya terkena suatu penyakit, hendaklah ia tidak dijauhi tapi justru bantu untuk segera diobati.

Mari bersama STOP TBC!

1 comment:

Kredit Kendaraan Bermotor di cekaja.com

Biasanya pergi kemana mana kita tidak lepas dengan kendaraan soalnya kendaraan adalah alat sarana untuk perjalanan apalagi agak jauh, bias...