Tips Sebelum Melakukan Wawancara Kerja


Kerja. Semua orang tentu saja membutuhkan pekerjaan, itu semua demi untuk memperoleh penghasilan. Akan tetapi, terkadang sebagian kita ternyata gagal mendapatkan pekerjaan tersebut, apalagi jika melamar di perusahaan-perusahaan yang memiliki standar nilai tertentu yang ditetapkan kepada calon karyawannya.


Pernah pengalaman saya ketika pertama kali melamar pada suatu perusahaan di Jakarta, yang menjadi acuan ketika saat kita melamar bukan hanya nilai akademik, namun juga kepada seberapa besar kita mengetahui tentang perusahaan tersebut dan masih banyak poin yang perlu diperhatikan ketika kita akan menghadapi wawancara. 


Pernah mendengar istilah berikut? "Pasukan yang akan memenangkan pertempuran adalah mereka yang lebih menguasai medan". Meskipun teori ini telah berusia ribuan tahun, akan tetapi pada kenyataannya teori tersebut telah terbukti kebenarannya.


Ketika kita sedang berjuang untuk mendapatkan suatu pekerjaan, tentunya kemungkinan besar kita akan bersaing dengan ratusan bahkan ribuan orang yang juga menginginkan pekerjaan tersebut. Sehingga, akhirnya kita terseret masuk ke dalam pertempuran (the battle) untuk memperebutkan posisi itu. Dan, ketika kita akhirnya mendapatkan panggilan wawancara kerja, itu berarti kita telah menyisihkan sebagian besar pesaing. Tentu saja sangat disayangkan jikalau ternyata momentum tersebut terpaksa hilang hanya karena persoalan sepele, yakni kurangnya persiapan.


Nah, untuk itu saya ada beberapa tips dan trik yang dapat dilakukan sehari sebelum melakukan wawancara kerja, dengan tujuan untuk memaksimalkan persiapan dan memperbesar peluang keberhasilan mendapatkan pekerjaan yang diincar tersebut, diantaranya:

1. Kenali Diri Sendiri.
Memang, kita perlu mengenali medan. Akan tetapi yang terpenting, sebelum kita bergerak meneliti medan, ada baiknya kita mengenali diri sendiri. Di saat mendapat panggilan untuk wawancara kerja, ada baiknya melakukan evaluasi mengenai diri sendiri, seperti misalnya:
  • Betulkah saya menginginkan pekerjaan itu?
  • Cocokkah pekerjaan itu dengan minat, bakat serta kemampuan saya?
  • Apakah saya memiliki kelebihan-kelebihan yang sesuai dengan pekerjaan itu?
  • Apakah saya memiliki pengalaman berorganisasi yang sesuai dengan posisi tersebut?
  • Apakah saya dapat memberi nilai tambah bagi perusahaan itu?



Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang dapat kita ajukan pada diri sendiri sehingga kita dapat lebih mengenali diri apakah sesuai atau tidak dengan pekerjaan yang akan dilamar. Secara mental, kita perlu meneliti kembali keahlian-keahlian dan karakteristik personal yang kita miliki. Ini bertujuan agar kita dapat memantapkan hati menjalankan tugas ketika diterima pada perusahaan tersebut.

2. Membuat Outline Wawancara.
Wawancara kerja terkadang dianggap hal yang menakutkan, namun jika kita sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari maka proses tanya jawab itu akan mudah dilalui. Salah satu strategi yang dapat dipakai untuk mempermudah wawancara kerja adalah dengan cara mengantisipasi pertanyaa-pertanyaan yang ndiajukan pewawancara. Cara paling baik untuk mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan si pewawancara adalah dengan membayangkan seolah-olah kita sedang mewawancarai calon kandidat. Berikut beberapa pertanyaan yang memerlukan persiapan khusus untuk dijawab:

a). Ceritakan tentang diri Anda.
Tell me about yourself. Dimana kita harus menceritakan tentang diri sendiri secara singkat. Fokuskan pada prestasi yang telah dicapai, kegemaran positif, serta rencana kita terhadap masa depan perusahaan.


b). Apa kelemahan dan kekurangan Anda.

Perlu diketahui, ungkapan yang hanya menonjolkan kelebihan diri sendiri akan dianggap negatif. Untuk itu, cobalah dengan  menyeimbangkan sisi positif dan sisi negatif kita. Saat berbicara mengenai kelemahan diri kita, ungkapkanlah beberapa sisi kelemahan yang sepele atau tak terlalu serius, semacam kelemahan yang dapat diperbaiki. Lemah dibidang keterampilan teknis akan jauh lebih mudah diperbaiki daripada lemah di aspek watak, seperti terlalu egois, terlalu ambisius, moody, tidak mau diatur, dan lainnya.


c). Ungkapkan apa yang dapat Anda lakukan untuk perusahaan tersebut.

Akan ada ketika pewawancara mewawancarai kita seperti ini: "apa yang dapat Anda lakukan untuk perusahaan ini?" Nah, ini merupakan pertanyaan standar yang harus diantisipasi dengan membeberkan sesuatu yang spesifik dan detail. Maka disinilah pentingnya kita menggali informasi lengkap mengenai perusahaan dimana kita akan melamar pekerjaan. Bersiaplah juga untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan sulit bahkan menjebak.


Wawancara imajiner perlu dilakukan secara berulang-ulang agar kita mampu mendapatkan gambaran besarnya. Tampillah dengan rasa percaya diri, namun tidak terkesan arogan. Orang-orang HRD membenci kandidat yang arogan, seberapa potensial pun kandidat itu. Sebab, bagi mereka kandidat yang tampak benar-benar berharap ingin bekerja di perusahaan mereka. Selain itu, pertanyaan mengenai gaji yang diinginkan kandidat hampir pasti akan muncul, untuk itu bersiaplah dengan angka yang spesifik. Besarnya gaji bisa didasarkan pada beberapa faktor, diantranya: faktor historis, harga pasar, berdasarkan skala perusahaan atau cuma didasarkan pada estimasi kebutuhan hidup. Permintaan gaji yang tidak realistis akan mempengaruhi peluang Anda.

Nah, itulah beberapa tips yang bisa saya share berdasarkan pengalaman, jika ada tambahan, teman-teman bisa sampaikan di kolom komentar. Semoga bermanfaat.

Comments

  1. Jadi inget pernah 2x wawancara buat jd pegawai tetap eh gagal 22nya hehehe akhirnya mutusin resign

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Honor 10 Lite Smartpone Idaman

Tips Cara Merawat Baju Koko Modern