Saturday, June 15, 2019

Tidak Perlu Bayar Listrik Lagi Ketika Baby Unicorn Diluncurkan

Perlu kita ketahui bahwa masyarakat sudah banyak terinspirasi kepada anak muda yang telah sukses sehingga jadi viral dan tercatat menjadi tokoh muda yang sukses di dunia, contohnya Mark Zuckerberg yang merupakan pemilik Facebook, Jan Koum pendiri WhatsApp, atau  Elon Musk sang pengusaha muda sukses yang telah populer dengan beberapa bisnis bertema teknologi futuristik, mulai dari bisnis otomotif ramah lingkungan hingga proyek perjalanan lintas angkasa dll.

Namun di negara lain tentunya banyak yang mengenal para toko yang sukses dari golongan anak muda yang telah berhasil dan memiliki kelihaian berbeda-beda. Justru itu Indonesia pun nggak bisa seperti membalik kedua telapak tangan, sebab telah banyak banyak anak–anak muda Indonesia yang memiliki potensi luar biasa, bahkan hingga menggapai sukses. Hal itulah yang kemudian dicapai oleh Victor Wirawan, anak muda milenial Indonesia yang berinisiatif mengembangkan teknologi di bidang energi terbarukan yang mana produk telah meluncur ke kota - kota dan dan di daerah.


Sebelum kita mengetahui tentang teknologi energi terbarukan mari kita ulas sedikit pendiri Baran Energy adalah  Victor Wirawan disamakan dan dijuluki sebagai Elon Musk versi Indonesia, saat ini bersama dengan puluhan anak – anak muda milenial berbakat di bawah naungan Baran Energy, diantaranya sedang mengembangkan teknologi power storage yang bisa menampung energi listrik, baik yang bersumber dari matahari, air, maupun angin.

“Anak – anak muda milineal bersama Baran Energy  saat ini sedang menciptakan produk yang sangat revolusioner agar setiap orang tidak perlu kena beban listrik lagi. Dengan menggunakan teknologi dari Baran Energy, maka sama saja pengguna bayar listrik 5 tahun, tetapi selanjutnya GRATIS listrik 15 tahun,” ucap Victor Wirawan

Dengan adanya teknologi revolusioner yang memungkinkan masyarakat tidak perlu mengisi token listrik ini, Victor optimis teknologi ini bakal mendapat respon positif dari masyarakat luas jika suatu saat mulai dipasarkan. 

Munculnya produk di indonesia Baran Power ini merupakan cara baru mengkonsumsi energi tanpa fosil, tidak perlu membayar listrik dan konsumen hanya megeluarkan biaya untuk membeli perangkatnya saja, tapi kedepannya sangat menghemat pengeluaran biaya listrik.


Semangat mengembangkan edukasi bisnis ternyata Victor bersama puluhan anak-anak negeri yang berbakat sedang menuangkan tiga varians produk teknologi energi ramah lingkungan, yaitu PowerWall berkapasitas 8.8 KWh, PowerPack 126 KWh, dan PowerCube 1.2 MWh. Ketiga perangkat dapat digunakan mulai dari rumah tinggal, pabrik, real estate, perkebunan, pertambangan, hingga industri sekala besar. Selain itu, Baran juga siap meluncurkan prototype mobil listrik yang nantinya suatu saat bisa dikomersilkan. Berupaya menampilkan produk dengan bagus serta memuaskan bagi pelanggan.



“Dengan actualnya Baran Energy sebagai startup dalam beberapa waktu mendatang akan lahir menjadi salah 1 baby unicorn yang bisa menampung semakin banyak anak – anak muda milenial Indonesia yang berpikiran kreatif dan inovatif,” tutur Victor.



Nah, tentunya kita mengetahui juga ada beberapa waktu lalu, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pernah menyampaikan, di tahun 2019 ini pemerintah menargetkan akan ada lima startup unicorn di Indonesia.

Source : Instagram @baranenergy

Source : Instagram @baranenergy
Indonesia saat ini, berdasarkan beberapa riset yang disebut Presiden Jokowi, memiliki empat unicorn. 4 unicorn tersebut adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. Nahh gaess semoga kedepannya bertambah dan tentunya berdampak positif / kemudahan  bagi masyarakat Amiin.


Jika listrik gratis sudah dinikmati oleh semua masyarakat, tentu saja ini akan mengurangi biaya pengeluaran yang biasa dipakai untuk listrik. Mari bersama kita wujudkan!

No comments:

Post a Comment

Hadirnya Teknologi Domus di Pameran Konstruksi di Indonesia

Saat merancana membagun rumah pertama bisa menjadi keputusan yang sangat besar bagi Anda. Butuh waktu panjang untuk melakukan pertimbangan s...