Saturday, August 31, 2019

Keseruan Hari Terakhir GWRF 2019

Saya berkesempatan mengikuti acara Talkshow di perpustakaan nasional di acara tersebut nara sumbernya sudah sukses menjadi penulis yang banyak di minati masyarakat. Dan saya memiliki komunitas menulis banyak juga yang datang untuk melihat acara tersebut.  ketika kita berada ditengah-tengah acara di perpustakaan nasional dengan intensitas menulis yang intensif maka lambat laun akan memacu untuk menulis lebih baik. Sehingga dengan acara ini banyak kenal yang lain dalam komunitas menulis
Menulis sangat penting terutama akan mendapat info / wawasan sehingga banyak menjumpai ide - ide atau yang lainnya. dengan mengikuti acara di perpustakan nasional bisa juga menambah wawasan baru.



Nahh Kini banyak sekali menulis yang dengan mudah bisa diikuti, mulai dari mengikuti acara penulis, baik penulis online maupun menulis offline. Kedua komunitas ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Untuk penulis online memiliki kelebihan dengan mudah berinteraksi antar anggota dalam menulis saat dimana saja dan kapan saja para anggota inginkan. Untuk penulis offline kelebihannya antar anggota bisa lebih dekat karena intensitas yang sering bertatap muka.







Terlepas dari kelebihan masing-masing dari narasa sumber di acara Gramedia Writer . ada beberapa manfaat ketika kita mengikuti acara menulis diantaranya;

Memompa semangat menulis

Dalam menulis bisanya terdiri dari berbagai kemampuan mulai dari kemampuan dasar hingga kemampuannya tingkat dewa. Bagi  yang memiliki kemampuan dasar maka dengan mengikuti akan memompa semangat untuk menulis. Pada awalnya malas-malasan untuk menulis menjadi semangat karena mendapatkan inspirasi menulis dari nara sumber tersebut

Meningkatkan kemampuan menulis

Kemampuan menulis diperoleh melalui proses yang panjang, proses ini tentunya melalui proses belajar yang dilakukan dengan penuh kesungguhan. Dengan mengikuti acara Gramedia Writer apapun kesalahan penulisan,  bisa langsung memberi question pada nara sumber agar mengoreksi masukan yang lebih baik.

Tentunya saya suka dengan acara di Perpustakaan Nasional dengan tema "Gramedia Writers and Readers Forum". Kebetulan saya saya dapat jadwal yang membahas tentang Puisi dan Prosa oleh Sapardi Djoko Damono dan Yudhistira Massardi, menjelaskan kepada kami tentang Keadilan oleh Sindhunata dan Andi Tarigan, serta Padaempatannya, Pak Yudhistira memaparkan jika beliau pernah mengalami kesulitan saat awal membuat novel, sebab saat akan menuangkan ide membuat novel kemudian ia tulis, ternyata yang mengalir adalah puisi dan prosa. "Saya kemudian mencoba lagi untuk membuat novel, namun tulisan yang mengalir tetap saja puisi dan prosa meskipun telah mencoba berulang kali!" jelas Pak Yudhistira.




Ada juga sosok yang hebat lagi adalah Pak Yudhistira, Pak Sapardi juga telah banyal di kenal masyarakat tentuny dia seorang penulis puisi dan prosa. Dengan adanya mereka sepakat jika antara puisi dan prosa lebih enak menulis puisi gaess,  sebab prosa lebih banyak membutuhkan waktu dan prosesnya lebih panjang. Untuk mencari inspirasi, tentunya mudah didapatkan dimana saat sekarang ini sudah ada teknologi yang dapat membantu dalam mencari ide menulis tersebut, baik ide untuk menulis puisi maupun ide untuk menulis prosa. Dia menjelaskan kepada kami "Saya saja dulunya jika ingin mencari inspirasi tentunya dengan menggunting majalah ataupun koran. Berbeda dengan zaman sekarang, sudah ada teknologi yang bisa dimanfaatkan dan pastinya membantu, curi saja idenya kemudian kita tiru!" Jelas Pak Sapardi dengan wajah yang ceria

Thursday, August 29, 2019

Menghidupkan Kembali Literasi Melalui Sebuah Komunitas


Banyaknya buku di mana-mana tapi peminatnya membacanya sedikit yang ada di indonesia tapi banyak tidak  melihat kedepannya dan keuntunggannya sebagai mana  quotes yang pernah saya baca "Bahwa dengan membaca, seseorang dapat membuka jendela dunia".


Bye the way kebetulan saya sempat datang ke Perpustakaam RI beberapa waktu lalu, tepat di hari kedua acara Gramedia Writers and Readers Forum 2019 Perpustakaan Nasional RI, banyaknya edukasi yang dapat saya peroleh dengan mengikuti Talkshow bertema "Menghidupkan Kembali Karya Melalui Komunitas Literasi" oleh dua orang narasumber, yakni Kang Maman dan Kang Firman Venayaksa. 

Tentunya banyaknya orang mau  jika membaca itu tidak harus dipaksa . Anak akan cepat merasa jenuh dan puas jika kerena di paksa akan berakibat hal luarbiasa apalagi belajar pelajaran sekolah, kelamaan bisa engan atau malas belajar.
Adapun cara yang tepat bagi anak untuk gemar membaca Yaitu Dekatkan mereka dengan buku dan biarkan mereka membaca buku yang mereka sukai.



Membaca itu sangat penting baik anak - anak atau orang dewasa tapi  tidak semuanya suka membaca, maka hendaknya kita dekatkan mereka dengan buku agar kemudian perlahan mereka menyukai buku dan mau membacanya. Sebagaimana yang dipraktikkan oleh Kang Firman, dimana ia mengajak Komunitas Motor untuk dapat membangun literasi. Awalnya  tentu saja ditolak oleh anggota komunitas tersebut, akan tetapi Kang Firman tidak patah semangat untuk terus berusaha.



Kang Firman kemudian mengajak Komunitas Motor untuk melakukan touring, yakni mengantarkan buku ke di mana-mana. Nah, melihat antusias masyarakat yang menerima buku tersebutlah akhirnya Komunitas Motor tertarik untuk ikut membaca buku, lalu mereka pulalah yang kemudian minta dipilihkan buku-buku seputar motor oleh Kang Firman. Dari sanalah, kemudian minat membaca anggota Komunitas Motor mulai timbul, karena mereka terbiasa membaca hingga kemudian menyukai dunia membaca. 
"Buku tidak hanya untuk dibaca, namun juga harus dapat menghidupkan apa yang ada di sekelilingnya!" Terang Kang Maman. 
Terkadang, beberapa diantara kita buku hanya dianggap sebagai bahan bacaan saja, padahal dengan buku yang dibaca, seseorang bisa menjadi Enrichment, Empowerment dan Enlightment. Sebab, dengan membiasakan diri membaca buku, kita juga bisa jadi penulis dan berkarya. 

Gundala Putra Petir oleh Abimana, Putri Ayudya, Danang dan Iman Syah Lubis, 
Melihat trailernya sekilas di televisi Saya mendadak penasaran inggin mau nonton selanjutnya , saya menyangka  jika film Barat ini bakalan seru. Ternyata, Gundala bukan film barat, namun film Tanah Air asli lho di Indonesia!! Saya terbilang bukanlah penyukai komik, sehingga saat Film Gundala ini akan tayang Saya tetap belum tahu jika Film tersebut diangkat dari cerita komik. FYI! Gundala Putra Petir ini ternyata merupakan komik yang telah ada dari 50 tahun lalu, yang merupakan karya Hasmi. Mantul banget yaa!


Traillernya dan Filmnya Keren banget  teman-teman pasti ada yang berpikiran jika Gundala mirip super hero Luar Negeri, ya kan? Sama, awal pemikiran Saya, hehe...! Dan, ternyata Saya salah. FYI! Jadi, Gundala ini adalah sosok yang terinspirasi dari kisah di Tanah Jawa, sosok Ki Ageng Selo yang bisa menangkap petir. Dari kisah itulah kemudian akhirnya Gundala Putra Petir diangkat menjadi cerita komik, lalu kemudian kini diangkat ke layar lebar.


Gundala masih banyak toko jago lainnya Gundala ini bukanlah satu-satunya tokoh jagoan Indonesia, karena itu ingin menghidupkan kembali komik Indonesia inilah kemudian Iman Syah Lubis membangun Bumi Langit, yakni perusahaan Komik Indonesia tahun 2003 lalu. 

Banyak masyarakat yang menunggu keseruan film Gundala ini? kalian  bisa saksikan di Bioskop pada tanggal 29 Agustus 2019. Ajak keluarga dan teman-teman agar mereka ikut merasakan keseruan film Gundala!



Monday, August 19, 2019

Keseruan Hari Pertama Gramedia Writers and Readers Forum 2019



Bagi teman - teman yang berminat berkunjung di perpustakaan tentunya perpustakaan Nasional RI bagus dan terlengkap, selama beberapa hari lalu saya mengikuti Talkshow and Workshop dengan bermacam tema , selain itu pengunjung juga dimanjakan dengan acara book bazar, musik performance, music review, editor's clinic dan Awarding gramedia shot film festival 2019 semakin meriah lho

Di perpustakaaN RI saya sempat hadir mengikuti Acara Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) 2019 berlangsung selama tiga hari, yakni tanggal 2-4 Agustus 2019 di Gedung Perpustakaan Nasional RI berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta. nggak begitu jauh dengan monas seberang jalan monas anda bisa lihat gedung perpustakaan monas. karena perpustakaan dekat seberang jalan.

Sekadar informasi, perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI sudah menjadi perpustakaan berskala Nasional, yang tidak hanya melayani anggota suatu perkumpulan ilmu pengetahuan tertentu namun juga melayani anggota masyarakat dari semua lapisan dan golongan. Akan tetapi, meskipun terbuka untuk umum, koleksinya bersifat tertutup dan tidak dipinjamkan untuk dibawa pulang. Perpusnas tidak hanya menjadi tempat koleksi buku semata, namun juga memiliki berbagai fasilitas lainnya seperti ruang teater, data center, layanan koleksi buku langka dan masih banyak lainnya yang info detailnya bisa teman-teman baca di Fasilitas Perpusnas.


Pada  acara Gramedia Writers and Readers Forum 2019 ada beberapa tema yang bisa Saya dan peserta lainnya ikuti, namun Saya hanya mengikuti beberapa tema saja, diantaranya:
*Hari ke-1,tanggal  2 Agustus 2019
Say No to Bullying dengan tiga orang narasumber, yakni  Maria Rahajeng, Elizabeth Rahajeng dan Meira Anastasia. Dan, tema kedua mengenai Rhythm in Words oleh Fiersa Besari.
* Hari ke-2,Tanggal 3 Agustus 2019.
- Impress Millennials with Your Story oleh Alnira, Asriaci dan Bayu Permana.
- Menghidupkan Karya Melalui Komunitas Literasi Oleh Maman Suherman dan Firman Venakyaksa.
- Movie Talk: Gundala Putra Petir oeh Abimana Aryasatya dan Imansyah Lubis.

* Hari ke-3, tanggal 4 Agustus 2019.
- Antara Puisi dan Prosa oleh Sapardi Djoko Damono, Yudhistira Massardi.
- Cerita Tentang Keadilan Oleh Sindhunata, Andi Tarigan
- Perempuan, matematika dan Sastra oleh Henny Triskaidekaman dan Rieke Saraswati.

Keseruan Tema Pertama
Saya dapat menghadiri  Say No to Bullying oleh Maria Rahajeng, Elizabeth Rahajeng dan Meira Anastasia, dan tema kedua mengenai Rhythm in Words oleh Fiersa Besari.

Dengan.banyak nya tema yang menarik salah satunya ada yang membahas soal Bullying
apakah kita sudah mengoreksi diri sendiri? Bisa jadi kita bukan sebagai korban, namun ternyata kitalah pelaku Bullying tersebut! Bullying tidak hanya melalui dunia nyata, karena di era digital seperti sekarang ini bullying dapat terjadi melalui banyaknya platform media sosial yang pada akhirnya membentuk bullying cara baru, yakni Cyber Bully sebagaimana yang diungkapkan oleh Meira Anastasia, seorang penulis buku Imperfect. "Awal ide menulis buku berjudul Imperfect karena salah satu komentar negatif di media sosial yang Saya miliki" ungkap Meira.




Bentuk dan metode tindakan intimidasi dunia maya itu sendiri beragam, dapat berupa pesan ancaman melalui surel, membuat situs web untuk menyebar fitnah dan mengolok-olok korban, mengunggah foto yang mempermalukan korban dan tindakan buruk lainnya yang membuat korban makin terpuruk.
Begitupun yang diungkapkan oleh saudara kembar, Marie Rahajeng dan Elizabeth Rahajeng yang merupakan penulis buku berjudul Becoming Unstopable, yang mana bagi keduanya jika "Remind yourself that you can to this" Kita ini berharga, cantik, dan luar biasa.
Siapapun pastinya pernah mendapat komentar negatif dari orang-orang di sekitarnya bahkan orang dekat sekalipun, entah dari teman, tetangga ataupun keluarga sendiri. Bahkan dari komentar tersebut seseorang bisa menjadi down, tanpa terkecuali Meira. Namun, seiring waktu Meira berusaha mengubah perasaan down tersebut hingga akhirnya ia bisa sukses seperti sekarang ini.
Untuk melawan Cyber Bullying, ada beberapa hal yang bisa dilakukan, diantaranya:
* Jangan Terlalu Menanggapi Pelaku
Meskipun akan sulit untuk menahan diri agar tidak melawan, namun jika pelaku ditanggapi maka ia akan makin menjadi karena merasa 'umpannya' terpancing.
* Bangun Kepercayaan Diri.
Adakalanya seseorang akan berada di zona cemas, takut, bahkan sedih, namun penting diketahui jika percaya diri bisa dibangun maka tidak akan ada yang berani membully.
* Kumpulkan Bukti Kemudian Laporkan.
Apabila sudah keterlaluan tindakan yang dilakukan oleh pelaku, maka kumpulkan semua barang bukti kemudian laporkan agar si pelaku jera.

Rythm in Words oleh Fiersa Besari.
Teman-teman pasti sudah nggak asing lagi dengan Fiersa Besari, seorang penulis serta musisi dan pembuat konten. Pada kesempatannya, Fiersa Besari menjelaskan alasannya menulis, yakni selain diingat orang, dengan menulis juga bisa menjadi pengingat diri sendiri. Akan tetapi, terkadang menulis bagi beberapa orang merupakan hal yang sulit, padahal bila dijalani maka kesulitan itu pun dapat teratasi.



"Mau mahir menulis, mulai aja dulu. Jangan menjadi editor bagi diri sendiri dan bila mentok ide maka tinggalkan saja dulu, kemudian memulainya lagi!" Jelas Fiersa Besari.
Dari pengalaman menulisnya, Fiersa belajar dari penulis senior bernama Pidi Baiq, dimana ia melihat ayah Pidi Baiq terus menulis tanpa berhenti, bahkan ketika ada yang lewat di depannya pun kejadian tersebut beliau tuliskan juga.
"Intinya terus menulis aja tanpa henti hilangkan rasa jenuh"

Thursday, August 15, 2019

Generasi milenial meraih impian yang tepat tanpa ribet

Perlu kita ketahui apalagi di usia muda yang di sebut sekarang generasi milenial yang banyak keperluan untuk mencapai cita - cita

Kesempatan untuk melangkah ke depan istilahnya, generasi milenial menuju untuk sukses sehingga bisa berlibur keliling dunia dan bisa juga berimpian untuk membeli kendaraan, tempat tinggal / rumah dan apartemen, dan membahagiakan kedua orangtua ini hal yang biasanya yang diinginkan
Saat sekarang peluang untuk meraih kesempatan, agar impian tersebut
akan tercapai dan memiliki bermacam cara ada yang sulit dan ada juga yang mudah.
sehingga banyak yang mengeluh untuk mencari yang mudah.

bukan hanya  itu,perlunya generasi milenial bekerja keras untuk meraih impian yang didapatkan, kadang hingga tanpa disadari lebih hemat  agar memiliki tabungan yang cukup sampai kedepannya. Bahkan ada yang malahan sampai menggunakan fasilitas pinjaman online dll. Tetapi itu tidak  ada yang salah dengan pilihan itu, asal mau melakukan dengan kesadaran dan tanggung jawab membayarnya.

yang perlu diperhatikan dalam keseharian hidup, tentunya  generasi muda tidak lepas untuk mengikuti trend mencoba makanan dan minuman baru. Apalagi kopi, susu kekinian yang saat ini, tak disadari konsumsi gula tak terkendali yang berakibat bahaya bagi tubuh

Apalagi seseorang itu tidak lepas dari padatnya aktivitas harian dan pekerjaan di office, membuat generasi milenial malas untuk berolahraga. Biasanya tidak  ada waktu untuk berolahraga, usai pulang kerja ingin segera sampai ke rumah untuk beristirahat dan nongkrong Ya begitu kehidupan generasi milenial, apalagi pada saat tertentu harus menyelesaikan tugas hingga lembur di officenya.

Kita sering lihat info baik dari teman, tv dan koran, jika gaya hidup malas bergerak dan konsumsi makanan/minuman dengan gula berlebih, membuat generasi milenial memiliki berat badan yang berlebih bahkan obesitas. Mulai dari obesitas muncul beberapa penyakit-penyakit tidak menular, seperti diabetes, stroke, serangan jantung, sehingga tidak bagus buat kesehatan. Tentunya generasi milenial yang jatuh sakit parah, membuat tidak bisa bekerja secara sempurna atau memuaskan

Terkadang masalah pun belum berhenti hingga di situ, berobat sekarang ini baik biaya perawatan yang dikeluarkan untuk rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit. yang perlu beberapa kantor yang memberikan asuransi kesehatan, tetapi apakah limitnya sudah mencukupi?

Seorang teman saya awalnya berpikir aman sudah ada asuransi kesehatan dari kantor. Namun, ternyata limit yang ditanggung relatif kecil, alhasil tabungan yang dikumpulkan untuk liburan, malahan digunakan untuk biaya perawatan selama di rumah sakit.

Asuransi kesehatan merupakan hal yang penting dimiliki, termasuk juga generasi milenial. Penyakit datang tanpa permisi, bisa datang pada siapa saja dan usia berapa pun. Jangan sampai ketika penyakit datang, kita tidak siap dan terpaksa menggunakan uang tabungan untuk mewujudkan impian. semoga selalu sehat ya gaess.

Nahh, Akan lain cerita jika teman saya memeriksa limit asuransi kesehatan, jika limitnya kurang tinggal membeli asuransi tambahan seperti asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis dari Sequis:

1. Sequis Q Health Easy Insurance. Asuransi kesehatan yang cukup menarik, tidak  hanya memberikan manfaat asuransi pada rumah sakit di Indonesia (sistem cashless). Namun, juga manfaat asuransi di rumah sakit seluruh dunia (sistem reimburse). Bahkan ada pengembalian premi sebesar 50% dari yang sudah dibayarkan. wahh matap gaess



2. Sequis Q Early Payout Critical Illness Plus Rider. Asuransi penyakit kritis yang memberikan pada penyakit kritis sejak tahap awal, tahap menengah dan tahap lanjutan (pada umumnya pada penyakit kritis di tahap lanjutan). Produk asuransi yang akan bermanfaat untuk perawatan penyakit kritis, akan keadaan keuangan tetap terjaga dan tidak  perlu menggunakan uang tabungan yang dimiliki. tantunya jadi gampang.



Supaya generasi milenial bisa terus meraih impian, harus dalam keadaan yang sehat dan bugar . Sehingga bisa beraktivitas dengan produktif dan jangan lupa untuk memulai gaya hidup sehat. Namun, tak ada yang tahu akan masa depan, kapan penyakit akan datang. gaes.

Mari kita semua ajak perlu berjaga-jaga dengan mendaftarkan asuransi lebih terdahulu. Asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis.Semoga harapan kita semua kedepan lebih sehat amiin

Saturday, August 3, 2019

Film Mahasiswi Baru yang Kocak

Film Mahasiswi Baru yang Kocak
Ayo kita menyambut film mahasiswi baru, tentunya yang lebih menarik aktingnya ada morgan membuat banyak fans



Ada Morgan main film lagi, aktingnya hebat
nggak kalahnya lagi Umay kocak banget, dia selalu cocok berperan dalam yang bikin ketawa
film mahasiswi baru membuat penontong makin happy ketika film diputar, sehingga film mahasiswi baru ini makin kocak apalagi si Umay

Film ini ditayangkan cocok buat generasi millenials di dalam aktornya memang sangat kocak dan mereka tetap gaul. jadi melihat sesuai seperti kehidupan kita juga gaes, sehingga film ini mengikuti keadaan sekarang jadi menyesuaikan generasi milenial




Seperti kita ketahui, Omma widyawati  sudah lama sebagai aktor yang hebat, kocak dech.
di saat dia nangis di aktingnya para penonton terasa baper seperti menghayati perasaan juga .dan di saat lucu, duchh malah makin kocak abis

Adapun ulsan Oma widyawati
" atas keraguan saya dan mungkin sebagian besar penonton), terjawab dalam Film yang disutaradari Monty Tiwa ini.
Film Mahasiswi Baru, selain memasang Oma Widayawati sebagai Lasti, ada juga pemain yang sedang naik daun, seperti Morgan Oey (sebagai Danny),  Mikha Tambayong (sebagai Sarah), mantan artis cilik Umay Shahab (sebagai Erfan) dan Sonia Alyssa (sebagai Reva).







Mereka berlima tergabung dalam satu melompok tau di sebut geng’s, dan Lastri musti menjalani dunia perkuliahan layaknya anak masa kini. Sehingga tak ayal, hal-hal konyol terjadi di kampus juga melibatkan Lastri terjadi.
Seperti hendak kabur dari kelas melalui jendela, berada di tengah perkelahian dan menyatroni dosen.

Dengan kecerobohan kampus di kampus, Lastri dan geng’s sampai dipanggil dan berhadapan dengan pihak rektirat, Sementara di rumah, Karina Suwandi dan Izur Muchtar (sebagai anak dan menantu Lastri) musti ekstra perhatian kepada ibunya.

Bagaimana Lastri bisa dapat menjalani masa perkuliah dengan baik, lengkap dengan kisah unik dan jenakanya. Bisa disaksikan melalui film Mahasiswi Baru, yang diputar di bioskop terdekat di kota anda.






Khusus di film Mahasiswi Baru, kualitas akting Tante Wid sangat merasa tidak disangsikan, mampu membawa peran jenaka dan yang pasti bisa mengimbangi pemain muda.
Sementara empat bintang muda lainnya, juga tidak terlihat kaku dan canggung, bisa menyatu dengan chemistry yang dibangun di sepanjang cerita.

Rupanya hal ini tidak lepas, dari upaya Tante widyawati yang merangkul para pemain muda untuk dekat, meminta supaya bersikap cair layaknya teman.

Gaess, Perlu juga kalian tahu, Oma Widayawati yang sudah lama malang melintang di dunia film, mengaku tidak segan berdiskusi dengan teman teman akting dan sutradara juga lho. Dan fashion  Widyawati sangat beda dibanding berperan di film-film dia sebelumnya yang cenderung protagonis .

Adapun memilki karakter yang unik setiap aktor sehingga saya nonton makin seru, Widayawati dan empat pemain muda, serta Karina dan Izur, ada juga nama bintang lawas Slamet Rahardjo (keduanya pasa banget chemistrynya) dan pemain Ence Bagus, yang membuat film Mahasiswi Baru semakin seru.

dari kisah lucu mereka berlima nggak terbayangkan kocak abis layak anak perkuliahan masa kini, dan di samping itu ada  romannya juga. seperti di mabuk asmara, Oma widayawati sudah janji ama orang spesial, beberapa alasan tapi di tolak oleh dosen sehingga teman temannya ajak kabur aja dari kelas melalui jendela, berada di tengah keributan sehingga di laporkan kepala universitas tersebut, mau tau selanjutnya… rahasia yahh...




Khusus di film Mahasiswi Baru, kualitas akting Tante Wid sangat terasah tidak disangsikan, mampu membawa peran jenaka dan yang pasti bisa mengimbangi pemain muda.
Sementara empat bintang muda lainnya, juga tidak terlihat kaku dan canggung, bisa menyatu dengan chemistry yang dibangun di sepanjang cerita.

Rupanya hal ini tidak lepas, dari upaya Tante widyawati yang merangkul para pemain muda untuk dekat, meminta supaya bersikap cair layaknya teman.

Dalam press conference sekaligus press screening, Tante  yang sudah lama malang melintang di dunia film, mengaku tidak segan berdiskusi dengan sutradara, saya  kaget kalau di film ini, penampilan Widyawati sangat beda dibanding karakter di film-film beliau sebelumnya yang cenderung protagonis .

Selain Widayawati dan 4 pemain muda, serta Karina dan Izur, ada juga nama bintang lawas Slamet Rahardjo (keduanya pasa banget chemistrynya) dan pemain Ence Bagus, yang membuat film Mahasiswi Baru semakin seru



Hadirnya Teknologi Domus di Pameran Konstruksi di Indonesia

Saat merancana membagun rumah pertama bisa menjadi keputusan yang sangat besar bagi Anda. Butuh waktu panjang untuk melakukan pertimbangan s...